Artikel, Blog, Google Analytics

5 Pendekatan Disiplin Google Analytics: Pendekatan Proaktif

pendekatan disiplin google analytics

Kita hidup di dunia digital. Kita menciptakannya. Kita menggunakannya. Teknologi digital dapat kita temukan dimana saja. Data internet, mengumpulkan banyak informasi dengan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya.

Bisnis yang sukses kedepan adalah bisnis yang tidak ahnya membuat dan mengonsumsi, melainkan digunakan untuk meningkatkan bisnis, untuk keperluan informasi, untuk mengarahakan pada keputusan dan tujuan yang efektif.

Google Analytics, adalah salah satu produk yang luar biasa, yang menyediakan data tentang website, pengunjung website, dan pemasaran Anda. Google Analytics merupakan solusi yang paling banyak digunakan untuk analisis di internet. Mengumpulkan data sangat mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Tetapi memiliki data dan menggunakannya secara efisien adalah dua hal yang sangat berbeda.

Membuat pengaturan Google Analytics (dengan atau tanpa plugin e-commerce yang telah ditingkatkan), kemudian secara pasif memperhatikan laporan ulasan dan Anda menganggap semua baik-baik saja hingga Anda melihat angka bounce rate Anda tinggi, lalu apa yang akan Anda lakukan?

Anda harus menggunakannya dengan lebih baik, lebih cepat, dan lebih mampu memberikan pengalaman pelanggan yang Anda inginkan. Jika Anda melihat X di dalam data Anda, itu berarti Anda perlu menanggapinya dengan Y. Dengan kata lain, Anda perlu bereaksi terhadap data.

Ada 2 jenis pendekatan yang dapat Anda gunakan untuk memulai menggunakan Google Analytics, yaitu Pendekatan Proaktif dan Reaktif. Pada artikel ini akan dibahas Pendekatan Proaktif terlebih dahulu.

 

PENDEKATAN PROAKTIF

Pendekatan #1 – Konten atau halaman situs apa yang paling menarik bagi pengunjung website Anda?

Semua halaman situs tentulah tidak dibuat sama, dan meskipun Anda sudah mengupayakan yang terbaik, terkadang beberapa konten atau halaman situs Anda tidak dapat menarik perhatian target khalayak Anda. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui jenis konten atau halaman apa yang paling banyak menarik perhatian dan disukai oleh pengunjung website Anda.

Ketika sudah masuk ke Google Analytics, Anda dapat menemukannya dibawah Behavior > Site Content > All Pages. Fokuslah pada halaman yang lebih banyak dipilih daripada halaman yang dilihat oleh pengunjung, seperti homepage dan halaman hasil pencarian website Anda. Klik pada tampilan perbandingan untuk melihat setiap halaman dengan rata-rata situs untuk setiap waktu pada halaman, keluar, dan bounce rate. Klik pada “advanced” untuk menyaring hasil pencarian Anda dan membatasi hanya untuk postingan blog.

Setelah Anda memahami performa halaman yang tinggi, itu berarti Anda telah mendapatkan informasi tentang apa yang diinginkan, nikamti, dan sukai dari halaman Anda. Maka langkah selanjutnya adalah membuat konten yang sejenis dengan konten tersebut.

Pendekatan #2 – Apakah ada platform yang bekerja lebih buruk dibandingkan dengan platform yang lainnya?

Kita hidup di dunia mobile, tetapi bukan berarti tidak ada orang yang menggunakan dekstop. Mungkin pengunjung Anda ada yang menggunakan browser Chrome, Internet Explorer, atau Mozilla Firefox atau yang lain.

Gunakan Google Analytics untuk melihat apakah Anda sudah memenuhi semua kebutuhan pengunjung Anda secara merata.

Pergi ke Audience > Technology > Browser & OS untuk melihat browser dan sistem operasi yang digunakan oleh pengunjung Anda. Periksa bagian bounce rate dan conversion rate (CVR) setiap perbandingan rata-rata situs. Jika ada CVR yang rendah atau bounce rate yang tinggi, berarti mengindikasi ketidakcocokan atau permasalahan pada CSS Anda.

Pergi ke Audience > Mobile >Overview, untuk melihat bounce rate dan CVR untuk dekstop vs mobile vs tablet. Pastikan website Anda sudah mobile-friendly.

Pendekatan #3 – Istilah apa yang mengarah pada trafik dan apa yang dicari oleh pengunjung dari website Anda?

Semua ini tentang kata kunci. Anda perlu mengetahui jenis kata kunci dan frase yang mengarah pada trafik website Anda.

Untuk menemukan istilah yang digunakan pengguna untuk mengunjungi website Anda, perlu enable data sharing antara Google Analytics dan akun Search Console. Pergi ke Admin > Property > Property Settings dan scroll down ke Search Console Settings. Tambahkan website Anda ke dalam Search Console.

 

Setelah terhubung, Anda dapat menggunakan Acquisition > Search Console > Queries untuk melihat hasil permintaan pencarian yang menyebabkan website Anda muncul di SERPs. Kata dan frase apa yang menghasilkan impresi dan klik? Gunakan itu untuk penargetan, iklan berbayar dan SEO Anda.

Tetapi jika persoalannya bukan sekedar kata-kata, pertimbangkan apa yang dicari oleh pengguna setelah mereka menemukan halaman atau situs cyber. Untuk melihatnya, Anda perlu enable seacrh tracking di bawah Admin > View > View Settings > aktifkan Site Search Tracking.

Pendekatan #4 – Landing page mana yang paling baik?

Landing page juga penting untuk website Anda, karena landing page adalah pintu masuk website Anda yang menentukan kesan baik dan buruknya pengguna ketika pertama kali melihat tampilan website. Untuk mengetahui jika landing page Anda sudah baik atau tidak, optimasi dan tingkatkan sepanjang waktu.

Untuk mengetahui performa Anda, lihat pada Behavior > Site Content > Landing Pages. Atur dari sesi/bagian yang tertinggi hingga terendah, dan Anda langsung dapat melihat perbandingan konversi, bounce rate, waktu pada halaman, dan sebagainya terkait rata-rata. Temukan performa halaman Anda yang terbaik dan buruk. Temukan adanya kesalahan yang mungkin tidak sengaja dibuat dan tingkatkan tampilan landing page Anda.

Pendekatan #5 – Berapa pengunjung yang terlibat dengan tiap-tiap halaman situs?

Bukankah lebih baik seandainya Anda dapat melihat jumlah pengunjung yang terlibat pada halaman situs Anda? Ya, Anda dapat melakukannya, dengan menggunakan heat map berbayar seperti Crazy Egg. Tetapi Anda juga dapat melihatnya dari data dari Google Analytics.

Yang Anda butuhkan adalah Page Analytics dari browser yang Anda gunakan. Dengan itu, Anda akan memperoleh wawasan yang berlimpah mengenai bounce rate, exit rate, pageviews, jumlah pengunjung pada real-time, dan yang terpenting klik in-page.

Dan penjelasan di atas adalah pendekatan proaktif yang dapat Anda gunakan ketika memulai menggunakan Google Analytics. Sedangkan untuk pendekatan reaktif Anda dapat klik disini.