Artikel, Blog, Youtube

Cara Membangun Komunitas di Youtube

youtube

Komunitas adalah sebuah kelompok sosial yang umumnya memiliki minta dan ketertarikan yang sama. Dan bagi perusahaan, komunitas adalah aset yang sangat penting karena komunitas dapat membantu dalam memberikan word-of-mouth dan juga feedback bagi perusahaan. Bisa dikatakan komunitas adalah media yang ampuh untuk strategi pemasaran karena melibatkan pelanggan tanpa kesan memaksa, menciptakan suatu aliran komunikasi dan informasi yang bermanfaat, baik bagi perusahaan dan pasar.

Dengan adanya internet sekarang, komunitas dapat berinteraksi tanpa dibatasi waktu dan lokasi, tidak perlu lagi mendiskusikan kapan dan dimana mereka bisa berkumpul. Sementara era digital sekarang sedang hangat membicarakan tentang popularitas video di Youtube. Dan Youtube telah  menyediakan platform yang memungkinkan Anda untuk mengumpulkan audiens yang loyal dan berdedikasi yang dapat dikembangkan menjadi sebuah komunitas. Tapi jika Anda ingin membentuk komunitas di Youtube, mungkin Anda kesulitan dalam menemukan cara untuk memulainya.

Pertama, tanamkan mindset bahwa Youtube merupakan jaringan sosial dimana penggunanya mencari sebuah konten atau channel video tertentu karena adanya rasa koneksi dan komunitas. Seperti seseorang yang menyukai otomotif, maka ia akan mencari sebuah channel Youtube yang membahas tentang otomotif. Setelah ia menemukan channel tersebut, ia berinteraksi dengan orang-orang yang juga menyukai otomotif. Dan seiring berjalannya waktu akan terbentuk komunitas otomotif di Youtube. Rasa koneksi dan komunitas ini dapat diukur melalui minat dan ketertarikan mereka seperti like dan subscribe, bukan dari views. Dan dari kedua hal tersebut, Anda bisa mengembangkan koneksi yang lebih dalam dengan audiens Anda, seperti menghargai pengalaman yang mereka bagian dalam konteks diskusi.

Dan untuk membangun sebuah koneksi, pertimbangkan siapa yang menjadi subyek dalam video tersebut dan apa kaitannya dengan penonton. Titik fokus pada video akan meningkatkan minat penonton sehingga meningkatkan pengaruh Anda. Jadi, esensi video lebih baik terfokus pada Anda, bukan bisnis Anda. Karena sebagian besar penonton lebih tertarik dengan video dan bercerita, bukan mempromosikan produk atau jasa. Anda bisa membuat video mengenai passioan, pengalaman personal, tujuan, cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, dan lain-lain. Jangan takut untuk membuat konten yang otentik yang merepresentasikan siapa Anda.

Seperti yang telah dibahas di atas, karena komunitas memiliki beberapa kesamaan dalam hal minat dan ketertarikan. Sebagai subyek video, Anda berhak menentukan minat dan ketertarikan apa yang akan Anda tunjukkan. Jika itu mengenai brand bisnis Anda, maka hal tersebut akan membantu dalam menemukan jalan tengah antara hal-hal apa yang menjadi minat publik dan apa yang  brand Anda bisa lakukan mengenai hal itu, sehingga video Anda dapat menarik perhatian publik.

Setelah mulai terkumpul beberapa audiens dalam channel Youtube Anda, sebuah komunitas akan terbentuk. Sebaiknya Anda berinteraksi dengan mereka secara teratur untuk menumbuhkan sense of community. Anda dapat memberikan respon terhadap komentar mereka mengenai video Anda dan juga melakukan sesi tanya jawab atau Q&A dengan surbscriber Anda. Ketika berinteraksi dengan audiens, cobalah untuk mengidentifikasi fans yang loyal terhadap Anda. Karena mereka akan menjadi pendukung terbesar terhadap Anda dan biasanya mereka secara suka rela membagikan video Anda.

Membuat sebuah komunitas di Youtube, memang tidaklah mudah. Bagaimana pun juga, Jika Anda banyak mengeluarkan tenaga dan usaha, maka hasilnya akan terbentuk sebuah komunitas yang mengagumkan. Aspek terpenting adalah menciptakan sebuah koneksi dengan audiens Anda, dan untuk bisa membangun sebuah koneksi, memerlukan sesuatu yang otentik.